Pada suatu hari, di sebuah kerajaan Lebah yang tenteram dan damai. Seorang raja yang adil dan bijaksana bertitah.
"Wahai rakyatku, besok
adalah pesta panen raya. Kalian diwajibkan untuk mengumpulkan madu satu sendok Saja
dari setiap tempayan madu di rumah kalian," titah sang raja
Mendengar perintah raja, rakyat
lebah pun langsung pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil sesendok madu.
Sesampai di rumah, disaat bapak
lebah akan mengambil sesendok madu, ibu lebah menahan: "Pak, madu itu
untuk persediaan makan kita, sapa ibu
lebah. "Tapi bu, raja kita kan hanya meminta satu sendok saja bukannya
satu tempayan," jawab bapak lebah.
"Nanti kita harus membawa
apa ke tempat pengumpulan madu?" tanya bapak lebah. "Bagaimana kalau
madu itu kita ganti dengan sesendok air? Pasti tidak akan ada yang tahu,"
usul ibu lebah. Akhirnya bapak lebah
mengikuti usulan ibu lebah.
Walau sempat ragu dan takut
terlihat. Dengan hati-hati bapak lebah membawa sesendok air itu ke tempat
pengumpulan, sebuah tempayan besar di depan istana. Lebah-lebah lainpun
berduyun-duyun mengumpulkan sesendok madu.
Setelah semua rakyat
menyumbangkan madunya, Sang raja langsung memerintahkan prajurit untuk
menyimpantempayan besar tersebut di dalam ruang penyimpanan.
Keesokan harinya menjelang pesta
perayaan dimulai,Sang raja bersabda, "Wahai rakyatku, saya perintahkan
kalian untuk mengumpulkan madu ini bukanlah untuk saya sendiri, tapi madu ini
akan kita gunakan untuk pesta panen raya dan sebagian kita sisihkan untuk
persiapan musim kemarau." kemudian Sang Raja memerintahkan prajurit untuk
membuka tempayan besar itu.
Ketika tempayan dibuka, raja
terkejut dan sedih melihat tempayan tersebut hanya berisi air. Ternyata seluruh
rakyat telah bertindak curang, mereka hanya memberikan air bukan madu.Mereka
tidak mematuhi perintah raja.
Rakyat lebah merasa bersalah dan
menyesali perbuatannya. Karena perayaan yang harusnya menyenangkan dan banyak makanan,
kini sepi dan yang ada hanya tempayan besar berisi air. Kemudian beberapa
utusan rakyatpun menghadap ke raja lebah untuk meminta maaf dan berjanji untuk
bersikap jujurdan tidak akan mengulanginya lagi. Raja lebah mengampuni rakyatnya.
Pada perayaan musim selanjutnya
rakyat bersukacitamengumpulkan lebih dari sesendok madu. Ada buah, bunga dan
makanan lezat lain. Mereka sadar bahwa makanan yang mereka berikan untuk
kesejahteraan mereka.

Comments
Post a Comment