Skip to main content

CERITA ANAK, Raja Lebah dan Sesendok Madu


Pada suatu hari, di sebuah kerajaan Lebah yang tenteram dan damai. Seorang raja yang adil dan bijaksana bertitah.

"Wahai rakyatku, besok adalah pesta panen raya. Kalian diwajibkan untuk mengumpulkan madu satu sendok Saja dari setiap tempayan madu di rumah kalian," titah sang raja

Mendengar perintah raja, rakyat lebah pun langsung pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil sesendok madu.

Sesampai di rumah, disaat bapak lebah akan mengambil sesendok madu, ibu lebah menahan: "Pak, madu itu untuk  persediaan makan kita, sapa ibu lebah. "Tapi bu, raja kita kan hanya meminta satu sendok saja bukannya satu tempayan," jawab bapak lebah.

"Nanti kita harus membawa apa ke tempat pengumpulan madu?" tanya bapak lebah. "Bagaimana kalau madu itu kita ganti dengan sesendok air? Pasti tidak akan ada yang tahu," usul ibu lebah.  Akhirnya bapak lebah mengikuti usulan ibu lebah.

Walau sempat ragu dan takut terlihat. Dengan hati-hati bapak lebah membawa sesendok air itu ke tempat pengumpulan, sebuah tempayan besar di depan istana. Lebah-lebah lainpun berduyun-duyun mengumpulkan sesendok madu.                                                                                                         

Setelah semua rakyat menyumbangkan madunya, Sang raja langsung memerintahkan prajurit untuk menyimpantempayan besar tersebut di dalam ruang penyimpanan.

Keesokan harinya menjelang pesta perayaan dimulai,Sang raja bersabda, "Wahai rakyatku, saya perintahkan kalian untuk mengumpulkan madu ini bukanlah untuk saya sendiri, tapi madu ini akan kita gunakan untuk pesta panen raya dan sebagian kita sisihkan untuk persiapan musim kemarau." kemudian Sang Raja memerintahkan prajurit untuk membuka tempayan besar itu.

Ketika tempayan dibuka, raja terkejut dan sedih melihat tempayan tersebut hanya berisi air. Ternyata seluruh rakyat telah bertindak curang, mereka hanya memberikan air bukan madu.Mereka tidak mematuhi perintah raja.

Rakyat lebah merasa bersalah dan menyesali perbuatannya. Karena perayaan yang harusnya menyenangkan dan banyak makanan, kini sepi dan yang ada hanya tempayan besar berisi air. Kemudian beberapa utusan rakyatpun menghadap ke raja lebah untuk meminta maaf dan berjanji untuk bersikap jujurdan tidak akan mengulanginya lagi.  Raja lebah mengampuni rakyatnya.

Pada perayaan musim selanjutnya rakyat bersukacitamengumpulkan lebih dari sesendok madu. Ada buah, bunga dan makanan lezat lain. Mereka sadar bahwa makanan yang mereka berikan untuk kesejahteraan mereka.

Para orang tua yang budiman, setelah kita membaca cerita Raja Lebah dan Sesendok Madu alangkah baiknya apabila kita memahami dan mengambil pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut serta menyampaikannya kepada anak-anak kita. Ada beberapa nilai moral yang dapat kita ambil dari Cerita Raja Lebah dan Sesendok Madu. Nilai-nilai moral tersebut antara lain kejujuran dan kepatuhan. Cerita tersebut mengisahkan rakyat yang bersikap tidak jujur dan tidak patuh dalam menjalankan perintah Raja. Cerita ini mengajarkan kita agar selalu bertanggung jawab terhadap hal yang sudah kita perbuat










Comments